Home » » IRC: Akurasi Hasil Survei Tidak Tergantung Jumlah Sampel

IRC: Akurasi Hasil Survei Tidak Tergantung Jumlah Sampel

Written By Wes lee on Saturday, July 12, 2014 | 6:49 PM

Akurasi hasil survei tidak ditentukan oleh berapa besar jumlah sample yang digunakan.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Riset Indonesia Research Centre (IRC), Yunita Mandolang melalui rilis kepada redaksi beberapa saat lalu, Sabtu (12/7)

Menurut Yunita pernyataan anggota tim pemenangan Jokowi-JK Arief Budimanta yang mengatakan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) lebih akurat dengan menggunakan sample paling banyak dari survei lain sebanyak 4000 sample sangat tidak benar.

“Silahkan dibuka lagi buku statistiknya akurasi tidak akan meningkat kecuali empat kali lipat lebih besar,” kata Yunita

Yunita memberikan contoh hitung cepat pada Pemilihan Kepala Daerah di Bali. Saat itu lembaga survei yang melakukan hitung cepat adalah SMRC dan IRC. Saat itu IRC menggunakan sample sebanyak 300. Sedangkan SMRC menggunakan 400 sample.

Hasilnya hitungan cepat pertarungan head to head antara Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan melawan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta terdapat dua hasil.

Saat itu SMRC merilis pasangan Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul dengan perolehan suara 50,31 persen melawan 49,69 persen. Sebaliknya IRC menyatakan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta yang unggul. Dengan perolehan suara 50,01 persen, pasangan Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan memperoleh 49,99 persen.

IRC yang memenangkan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta yang benar atau sesuai dengan hasil KPU. Dengan perolehan 50,02 persen untuk Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta, 49,98 persen untuk Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan

Kali ini di Pilpres 2014, kata Yunita SMRC kembali berbeda hasil dengan IRC. Hasil SMRC menunjukan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul dibanding Jokowi-JK,  52,91 persen - 47,09 persen. Sementara IRC hasil hitung cepat Prabowo-Hatta lebih unggul dengan perolehan 51,11 persen - 48,89 persen.

“Pilkada Bali memberikan pelajaran berarti dimana hitung cepat harus mencapai 100 persen. Meski awalnya pasangan Puspayoga unggul dengan stabil, tapi di detik-detik terakhir ada TPS-TPS yang signifikan yang membalikan keadaan,” kata Yunita.

Dia mengatakan sangat penting untuk menunggu hasil hitung cepat hingga 100 persen. Bukan menghentikannya sebelum 100 persen. Seperti diketahui SMRC menghentikan hitunganya pada data masuk 99,60 persen.

Sebagaimana diketahui pilpres 2014 ini, SRMC menggunakan sampel di 4000 TPS, sedangkan IRC menggunakan sampel di 1800 TPS.




SUMBER: http://politik.rmol.co/read/2014/07/13/163672/IRC:-Akurasi-Survei-Tidak-Tergantung-Jumlah-Sample-
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2014. Trend Hot Bikini