Home » » Anak Pemimpin Ikhwanul Muslimin Jadi Korban Pembantaian Di Mesir

Anak Pemimpin Ikhwanul Muslimin Jadi Korban Pembantaian Di Mesir

Written By Wes lee on Saturday, August 17, 2013 | 6:52 AM


Krisis politik dan keamanan berdarah di Mesir masih terus berlanjut. Jumlah korban tewas dan luka-luka terus bertambah. Salah satu korban tewas adalah anak dari Ketua Ikhwanul Muslimin, Mohammad Badie, bernama Ammar Badie (38).

Dilansir The Gulf News, Sabtu (17/8/2013), Ammar Badie termasuk di antara ratusan korban tewas saat unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan pendukung Ikhwanul Muslimin, Jumat (16/8) kemarin dibubarkan paksa militer Mesir.

Ammar Badie tewas setelah sebuah peluru menembus tubuhnya saat dia ambil bagian dalam maraton unjuk rasa tersebut dan militer melakukan pembubaran paksa. Hal itu disampaikan juru bicara Partai Keadialn dan Kebebasan, bentukan Ikhwanul Muslimin, dalam laman facebooknya.

Dalam aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Mesir kemarin itu, lebih dari 100 orang tewas setelah militer Mesir melakukan pembubaran yang cenderung anarki karena menggunakan peluru tajam. Ketegangan juga terjadi dengan militer Mesir pada Sabtu pagi saat pendukung Morsi bertahan di Masjid Fateh di Kairo.

Selain Ammar Badie, cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hassan Al Banna, Dr Khalid Al Banna juga diberitakan tewas akibat serangan militer Mesir Jumat kemarin. Khalid tewas tertembak tidak jauh dari lokasi terbunuhnya Hassan Al Banna di Kairo.

Sebelumnya, putri pimpinan Ikhwanul Muslimin yang lainnya, Asmaa el Beltagy juga tewas tertembak kemarin. Asmaa merupakan putri dari pimpinan Ikhwanul Muslimin, Mohammed el Beltagy.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebutkan sebanyak 1004 anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap setelah aksi unjuk rasa kemarin, selain sekitar 200 lebih lainnya tewas. Sejumlah pimpinan Ikhwanul Muslimin juga ditangkap.

Sementara Ikhwanul Muslimin, yang sempat memerintah Mesir selama setahun hingga penggulingan Morsi pada 3 Juli 2013, menyerukan pendukungnya untuk terus melakukan demonstrasi turun ke jalan menolak pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

"Penolakan kami terhadap rezim kudeta menjadi kewajiban Islam, nasional dan etika yang tidak akan pernah bisa diabaikan," ujar pihak Ikhwanul Muslimin.

Pemerintah Mesir menyebutkan jumlah korban tewas akibat serangan militer itu mencapai 700 orang. Sementara sekitar 5000 lainnya terluka. Namun Ikhwanul Muslimin menyebutkan angka korban yang tewas lebih banyak dari yang dilansir pemerintah. Jumlah korban tewas mencapai 2600 orang, sementara sekitar 15.000 lainnya terluka.



Sumber: detik.com
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2014. Trend Hot Bikini