Boja- realifactpost.com Ketimbang laki-laki, perempuan lebih sulit mengalami orgasme saat berhubungan intim. Nah, salah satu cara 'menggali' orgasme perempuan adalah melalui klitorisnya. Namun tidak banyak yang tahu ada fakta-fakta menarik di balik klitoris.
Klitoris adalah organ seksual wanita yang ditemukan di ujung sebelah atas antara kedua labia minora (bibir vagina dalam). Klitoris identik dengan penis pada pria karena bentuknya mirip penis dan sensitif seperti penis. Klitoris banyak dialiri pembuluh darah dan urat syaraf, sehingga klitoris merupakan daerah yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual
Klitoris terdiri dari satu daerah bulat atau kepala, disebut kelenjar, dan bagian yang lebih panjang, disebut batang, yang memiliki bentuk-bentuk cekungan mirip dengan yang dipunyai penis. Jaringan dari bibir bagian dalam biasanya menutupi batang klitoris, yang membentuk tudung atau kulit khatan untuk melindunginya. Satu-satunya bagian dari klitoris yang dapat dilihat langsung adalah kelenjarnya, yang terlihat seperti kancing kecil berkilat. Ukuran dan bentuknya berbeda-beda pada setiap wanita. Klitoris dapat dilihat dengan mendorong kulit selubung klitoris ke belakang. Ada banyak sekali ujung saraf dalam klitoris dan di daerah sekitarnya.
Fungsi
Banyaknya ujung saraf dalam klitoris menyebabkannya menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan atau tekanan langsung atau tidak langsung. Hal ini mirip dengan penis pada pria. Rangsangan pada daerah klitoris dapat menjadi nikmat, bahkan memberikan pemiliknya kenikmatan seksual merupakan satu-satunya fungsi organ ini yang diketahui, dan klitoris adalah satu-satunya organ manusia yang memiliki pemberi kenikmatan sebagai fungsi utama. Klitoris tidak ada hubungannya dengan kehamilan, menstruasi, atau kencing.Proses terangsang secara klitoris
Saat seorang wanita menjadi terangsang secara seksual, kelenjar dan batang klitoris terisi darah dan ukurannya membesar. Kelenjar ini dapat menggandakan ukuran diameternya. Tidak ada bukti bahwa klitoris yang lebih besar berarti lebih tinggi rangsangan seksual. Saat rangsangan erotik berlanjut dan orgasme datang, klitoris menjadi kurang terlihat karena tertutup oleh jaringan penutup klitoris yang membesar. Pembesaran ini dirancang untuk melindungi klitoris dari kontak langsung, yang, bagi beberapa wanita, dapat mengganggu daripada mengenakkan. Klitoris akan keluar lagi saat rangsangan dihentikan.Setelah orgasme klitoris kembali ke ukuran semula dalam waktu sepuluh menit karena orgasme menyebabkan pembubaran darah yang terkumpul. Bila seorang wanita tidak mengalami orgasme, darah yang telah mengalir ke dalam klitoris akibat rangsangan seksual dapat tetap berada disana, menyebabkan klitoris tetap membesar untuk beberapa jam. Banyak wanita yang merasakan hal ini tidak nyaman.
Klitoris seorang wanita dapat dirangsang melalui sentuhan langsung atau tidak langsung. Saat bersetubuh penis tidak menyentuh klitoris secara langsung. Masuknya penis ke dalam vagina, posisi apapun yang digunakan, menggerakkan labia minora, dan gerakan bibir yang menyentuh klitoris ini yang biasanya menyebabkan orgasme. Kontak langsung dengan klitoris dengan menyentuhkan dengan jari, alat penggetar, atau lidah dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi banyak wanita. Bagi wanita ini, elusan atau jilatan biasa pada daerah di sekitar klitoris dirasakan lebih nikmat. Wanita lainnya menikmati stimulasi langsung. Ada banyak sekali variasi sensitifitas pada klitoris, dan setiap wanita akan menemukan mana yang dirasakan terbaik.
Berikut ini 6 fakta tentang klitoris yang jarang diketahui baik oleh wanita sendiri maupun laki-laki
1. Memiliki bahasa lain
Kata 'klitoris' berasal dari kata Yunani kuno yang berarti 'kunci'. Selain itu, kata ini juga memiliki asal dari kata kerja 'kleitoriazein', yang berarti 'merangsang atau mencari kesenangan'. Namun, perlu diketahui juga bahwa kata clitoris atau klitoris tak hanya digunakan dalam bahasa Inggris, tetapi juga dalam semua bahasa Eropa modern.
2. Memiliki ukuran sebesar penis
Tahukah Anda bahwa klitoris secara keseluruhan memiliki ukuran sebesar penis? Ya, faktanya jaringan dan katup ereksi organ intim perempuan sebenarnya tersebar dalam sebuah area yang lebih besar jika dibandingkan dengan organ intim laki-laki. Meskipun memiliki area yang lebih besar, namun penis dan klitoris memiliki ukuran dan berat yang hampir sama.
3. Tidak pernah menua
Kita semua tahu bahwa perempuan bisa mengalami orgasme berkali-kali, namun meskipun demikian klitoris bisa dibilang tak pernah mengalami penuaan. Setelah seorang perempuan mencapai usia dewasa, organ klitorisnya berada di puncaknya dan akan tetap bertahan hingga sisa kehidupan perempuan tersebut. Itu berarti, Anda akan memiliki kapasitas orgasmik yang sama meskipun Anda telah berusia di atas 60 tahun.
4. Memiliki ujung saraf lebih banyak dari yang Anda pikirkan
Klitoris diketahui sebagai organ yang sangat sensitif, tetapi apakah Anda tahu bahwa ia memiliki sekitar 8.000 ujung saraf. Jumlah saraf ini lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di ujung jari, bibir, dan lidah. Bahkan, jumlah ini juga 2 kali lebih banyak dari yang ada di ujung penis.
5. Dapat distimulasi dengan berjalan kaki
Foreplay sangat penting dilakukan untuk bisa mendapatkan orgasme yang memuaskan. Foreplay terbaik untuk meningkatkan stimulasi klitoris faktanya adalah dengan berjalan kaki. Sediakan waktu sekitar 20 menit untuk meningkatkan stimulasi organ ini hingga 168 persen dan efeknya akan berlangsung selama berjam-jam. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat klitoris Anda.
6. Memiliki hubungan dengan otak
Orgasme perempuan faktanya dipicu oleh saraf yang berasal dari sekitar 6 jaringan yang berbeda. Ya, impuls saraf dari klitoris membuat otak 'menangkap' adanya sinyal orgasme. Saat seorang perempuan akan mengalami orgasme, klitoris mengintegrasikan informasi ini menuju korteks serebral, hipotalamus, dan sistem saraf perifer.
Sumber: Your Tango

0 comments:
Post a Comment