Home »
Fakta Nyata
» Sebagian Besar Media Berada Dalam Lingkaran Konspirasi
Sebagian Besar Media Berada Dalam Lingkaran Konspirasi
Written By Wes lee on Sunday, May 26, 2013 | 8:22 AM
Boja-Realifact Post - Tahukah anda sebagian besar hal-hal yang kita lihat dan kita dengar melalui media pada hakekatnya dikontrol dan dimanipulasi oleh sebuah kekuatan yang berada dibalik layar. Apa yang kita lihat di TV hampir menyerupai sebuah serial film. Kita diberikan sajian gambar yang diproyeksikan dari apa yang terjadi di dunia yang belum tentu merupakan sebuah gambaran yang akurat. Jika Anda adalah pembaca setia situs berita alternatif yang lebih berupa situs berita kecil atau blog maka Anda kemungkinan besar menyadari kejadian ini. Orang tidak mengerti dan memahami ada sebuah disinformasi dari kenyataan yang sebenarnya.
Para Konspirator yang memiliki sejumlah kontrol atas media, mengerti bahwa internet adalah sarana yang ampuh digunakan untuk menyebarkan informasi yang sebenarnya lewat situs-situs alternatif yang kadang bertentangan dengan kepentingannya. Sebagai langkah antisipasi mereka juga membuat situs tandingan untuk membuat disinformasi di internet juga. Contoh paling nyata adalah banyak situs yang mencoba untuk menghilangkan fakta yang sebenarnya tentang tragedi 9/11 yang merupakan sebuah konspirasi jahat untuk menyudutkan kelompok tertentu. Ini adalah contoh yang paling jelas, seseorang tidak harus melihat sangat mendalam untuk menemukan bukti dan fakta ilmiah tentang informasi yang sebenarnya terkait dengan tragedi WTC yang sebenarnya. Padahal tragedi tersebut merupakan sebuah "Konspirasi" yang dapat dijelaskan dengan fakta ilmiah, baca kembali tulisan tentang Konspirasi Yang Harus Anda Ketahui Tentang Tragedi 11 September (Kupas Tuntas)
Namun, karena sejumlah besar yang terjadi di dunia maya tentang peristiwa 9/11 adalah merupakan disinformasi maka untuk meyakinkan masyarakat tentang kenyataan yang sebenarnya adalah merupakan gagasan yang sulit untuk diwujudkan, karena opini yang terbentuk dimasyarakat berdasarkan disinformasi mayoritas tentang peristiwa tersebut, walaupun sebenarnya upaya untuk mengungkap kebenaran tragedi 9/11 sudah disertai dengan berbagai macam fakta dan bukti yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Sebaliknya mereka menyerang orang-orang yang mencoba berbicara tentang kebenaran dengan mengklaim mereka adalah "gila" atau berbagai kata penghinaan lainnya. Penentang berita tentang 9/11 diopinikan oleh media sebagai pendukung aksi terorisme, akhirnya masyarakat diam karena takut disebut sebagai pendukung aksi terorisme. Mereka akan membawa seseorang pada sebuah keyakinan bahwa para Penentang tersebut adalah orang-orang gila dan pendukung terorisme Internasional, bahkan kadang dibumbui dengan ancaman-ancaman yang menakutkan. Alih-alih membiarkan orang tersebut berbicara, pemberitaan dibuat untuk menyerang kredibilitas mereka dengan cara menghina dan menciptakan opini jahat. Tindakan ini dilakukan dengan cara membuat berita dalam halaman utama, untuk semakin meyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kegilaan. Sulit untuk tetap menggunakan logika Anda ketika orang lain sangat dipengaruhi oleh media massa dan takut untuk melihat ke dalam subjek yang sebenarnya. Hal ini bahkan lebih sulit untuk menempatkan logika Anda ketika Anda sedang diserang karena mengatakan pendapat Anda.
Sementara itu Media online kecil yang mereka buat juga merupakan tempat yang cukup signifikan untuk menyebarkan disinformasi, situs berita alternatif dan blog yang diformat dalam pola fikir mereka adalah jalan lain yang diambil oleh para konspirator untuk kepentingan tersebut. Namun disisi lain orang yang membaca situs berita alternatif adalah orang-orang yang mulai sadar akan hakikat dunia yang sebenarnya yang dipenuhi oleh konspirasi dan mereka juga membuat media online sebagai upaya untuk melawan disinformasi yang dibuat oleh para konspirator, walaupun mereka (konspirator) selalu mencoba untuk menggambarkan sebuah dunia di mana mereka memiliki kontrol penuh atas segala sesuatu. Mereka juga membuat orang merasa seolah-olah tidak ada solusi terhadap apa yang terjadi, para konspirator juga memiliki banyak pengaruh terhadap aspek-aspek tertentu di masyarakat, seperti aspek politik, ekonomi, kekuasaan dan lain sebagainya. Dengan kekuatan yang mereka miliki mereka mampu melakukan hal ini dengan menciptakan tayangan melalui arus utama dan lokasi alternatif.
Konspirator sering menggunakan media masa sebagai sarana mewujudkan kekacauan di dunia. Mereka memiliki pemahaman tentang beberapa fungsi dasar dan hukum masyarakat kita. Salah satu hukum dasar adalah Law of Attraction . Ide di balik Law Attraction adalah bahwa seorang individu atau kelompok menciptakan realitas mereka melalui pikiran mereka. Kebanyakan orang tidak menyadari hukum ini. Akibatnya, mereka telah mampu menggunakan media untuk membantu mewujudkan malapetaka. Sebuah contoh dapat ditemukan dalam artikel yang bertubi-tubi tentang bagaimana WWIII akan dimulai yang kita temukan di beberapa situs berita alternatif. Untungnya, ada begitu banyak cahaya di planet ini sekarang, bahwa upaya oleh mereka untuk menciptakan kekacauan akan tekor.
Namun dengan banyaknya orang yang mencoba berkata benar lewat situs dan blog saat saat ini Kekuatan mereka berkurang dari hari ke hari. Telah banyak upaya yang dilakukan oleh para Blogger untuk mengatakan kebenaran dan mereka mempunyai idealisme untuk berkata benar lewat tulisan mereka, walaupun kekuatannya tidak sebesar media bentukan para konspirator namun jumlah mereka yang banyak tentu akan merubah opini masyarakat tentang sebuah peristiwa yang di pesan oleh para konspirator tersebut.
Perlu disadari bahwa konspirasi bisa terjadi dimanapun, baik secara Internasional maupun lokal, contohnya adalah apa yang sedang terjadi di media Indonesia saat ini tentang kasus yang sedang dialami oleh mantan petinggi PKS Luthfi Hasan Ishaq. Hampir semua media besar di Indonesia meliput tentang "kejahatan" yang dilakukannya, mereka tidak melihat tentang substansi masalah yang sebenarnya yaitu bahwa sebenarnya dia belum menerima suap yang diberitakan berjumlah 40 milyar, tapi berita yang beredar dan menjadi opini masyarakat adalah bahwa LHI adalah sosok koruptor kelas kakap dan sosok yang doyan perempuan. Jelas dalam hal ini terlihat ada upaya pembunuhan karakter atas Luthfi Hasan Ishaq. Masyarakat tidak melihat lagi korupsi Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng yang mencapai 243 milyar dan hanya melihat suap yang akan diterima oleh Luthfi Hasan Ishaq padahal sudah jelas Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum telah merugikan negara sebannyak 243 milyar, sementara LHI suap-pun belum dia dapatkan.
Pertanyaannya adalah bagaimana jika salah satu media besar di Indonesia mengambil langkah kontroversi dengan membela Luthfi Hasan Ishaq? tentu akan ada banyak konsekwensi merugikan yang akan diperolehnya, bukan karena beritanya namun karena opini yang terbentuk dimasyarakat sudah tidak lagi memungkinkan bagi media untuk berkata "A" disaat media yang lain berkata "B". Kenapa media bersama-sama mengatakan A? karena ada kekuatan yang menggiringnya untuk mengatakan itu, dan kekuatan itulah yang disebut sebagai KONSPIRASI
Editotor: Raheem
Related Articles

0 comments:
Post a Comment