Home » » Jawaban Cerdas Anis Matta Dalam Wawancara MNC NEWS

Jawaban Cerdas Anis Matta Dalam Wawancara MNC NEWS

Written By Wes lee on Saturday, May 25, 2013 | 9:23 AM

Beberapa waktu yang lalu Anis Matta diundang dalam sebuah wawancara yang di adakan oleh MNC NEWS seputar masalah yang sedang membelit PKS saat ini terkait dengan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq. Bagi yang dapat mencermati jawaban yang disampaikan oleh Presiden PKS yang baru ini tentu akan menjadi sebuah pencerahan dan akan menjadi suplemen bagi para kader PKS yang ternyata masih tetap solid walaupun partainya di dera oleh fitnah yang cukup besar. Dengan gayanya yang santai dan smart Anis Matta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Arya Sinulingga, yang menjadi pemandu dalam acara tersebut. Seperti apa wawancara tersebut? Berikut ini cuplikannya:


@AryaSinulingga : Belakangan ini PKS mengalami goncangan yang sangat besar, bagaimana komentar Pa Anis Matta menyikapi hal ini?

@AnisMatta : Sebelumnya saya akan memaparkan sikap pribadi saya dalam menyikapi setiap masalah. Baik yang menyangkut saya maupun menyangkut orang lain dan saya ada didalam pusaran peristiwa tersebut. Saya akan selalu memulai dengan sebuah pertanyaan :

Apa yang diinginkan Allah atau hikmah apa yang akan Allah berikan dari setiap peristiwa ini.

Apapun aktivitas yang kita lakukan, pada dasarnya selalu ada tantangan dan cobaan.

Selanjutnya cara kita bereaksi terhadap sebuah masalah ditentukan oleh persepsi kita, karena itu maka saya selalu memulai dengan pertanyaan tersebut, hikmah apa yang akan Allah berikan dibalik peristiwa ini.

Setelah saya menangkap hikmah dibalik peristiwa itu, maka saya akan bereaksi dibawah bimbingan hikmah dari peristiwa itu.

Apa yang saya alami saat menjadi Presiden PKS 1 Februari 2013, tidak jauh berbeda dengan apa yang saya alami saat saya diangkat menjadi sekjen PK tahun 1998. Saat itu saya tidak mempunyai pengalaman, tidak punya pengetahuan, tidak punya tokoh, tidak punya dana. Kita bergerak dengan apa yang kita miliki seadanya.

Namun karena saat itu kita mempersepsikan sebagai momentum pembelajaran yang akan memicu kita untuk tumbuh. Bahkan saat itu saya pribadi tidak mengetahui bagaimana sistem perhitungan pemilu itu seperti apa.

PK pernah tidak lulus parlemen threshold sehingga akhirnya harus membuat partai baru bernama PKS.

Saya mempunyai sebuah keyakinan, bahwa Allah tidak akan pernah menimpakan sebuah beban melebihi kemampuan kita untuk mengatasinya. Jadi begitu beban seperti ini datang, saya percaya bahwa beban yang datang belakangan ini pasti akan dapat tertanggulangi dan bahkan bisa menjadi alat untuk memicu adrenalin kita untuk jauh lebih produktif. Jadi tantangan itu adalah salah satu dari sisi yang membuah sebuah sejarah itu hidup.

Dalam filsafat sejarah, sejarah dikendalikan oleh Challenge for response, makin besar tantanganya, maka akan semakin besar responya. Kalau tantangan kecil, maka respon juga akan kecil.

Maka dari itu, saya mendefinisikan masalah PKS ini bahwa kondisi ibarat PKS itu ada ditepi sumur, apabila ada yang menggeser/mendorong maka bisa saja terjatuh.

Saya menggunakan istilah sumur ini melihat dari kisah nabi Yusuf. Kala itu saudara-saudaranya berfikir dengan memasukan Nabi Yusuf kesumur maka semuanya sudah selesai. Sejarah mencatat kemudian 40 tahun kemudian saudara-saudara Nabi Yusuf kembali bertemu ditempat yang berbeda, bukan di sumur namun di Istana.

Saya menggunakan metafor ini karena saya yakin ketika kita menghadapi masalah dan kita menafsir masalah dalam persepektif Allah, biasanya Insya Allah akan membimbing bereaksi secara baik terhadap masalah ini.

@AryaSinulingga : Untuk kasus impor daging sapi ini, mengapa yang lebih terekspos adalah masalah perempuan?

@AnisMatta : Itu salah satu bukti dari bias dalam embahas persoalan ini. Namun saya kira orang-orang akan salah paham bahwa publik Indonesia akan terpengaruh dengan masalah ini. Publik memahami bahwa dengan menghadirkan sosok-sosok perempuan ini sudah berada diluar konteks.

Publik Indonesia sudah sangat cerdas memberikan penilaian, akses informasi sudah sangat terbuka luas. Publik sudah semakin cerdas melihat ada kejanggalan dari kondisi ini.

Publik Indonesia melihat betapa bias dan carut marutnya mengimplementasikan agenda-agenda hukum dinegeri ini. Jadi saya tidak terlalu khawatir, apalagi meninggalkan dukungan ke PKS.

@AryaSinulingga : Apakah PKS ikut bermain membuat masalah semakin bias ini?

@AnisMatta : Inilah yang oleh banyak pihak menyampaikan masalah ini sebagai Festivalisasi.

Dalam setiap pelaksanaan hukum, pada akhirnya bertumpu kepada persoalan niat. Kadang-kadang anda punya alasan secara legal memang mmempunyai hak untuk memanggil siapa saja, namun tidak signifikan. Namun hal ini diperlukan untuk menjadikan tontonan dan menjadikan bias.

Kabarpks.com



Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2014. Trend Hot Bikini