Home » » Ini Dia Dinasty Ratu Atut Chosiyah Di Propinsi Banten

Ini Dia Dinasty Ratu Atut Chosiyah Di Propinsi Banten

Written By Wes lee on Friday, October 4, 2013 | 8:43 PM

Ini Dia Dinasty Ratu Atut Chosiyah Di Propinsi Banten

Bebas dari KKN yang merupakan amanah reformasi beberapa tahun silam ternyata hanya menjadi slogan tanpa makna dan implementasi di negeri ini. Korupsi masih tetap menjadi menu utama para pejabat, Kolusi masih merupakan budaya yang terkesan tidak bisa ditinggalkan, juga Nepotisme yang masih menjadi prosedur utama dalam jabatan.

Kasus korupsi Akil Mochtar mengungkap tabir Nepotisme yang terjadi di Banten, berbagai jabatan penting di Propinsi muda ini banyak dipegang oleh dinasti Ratu Atut, seperti apa Nepostisme yang terjadi di Banten mari kita lihat penelusuran Tribunnews di bawah ini.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) di Widya Chandra dimana Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar jadi tersangka kini memunculkan babak baru. Nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kini disangkutpautkan.

Tidak lama usai operasi tangkap tangan, KPK pun mengambil langkah sikap dengan mengeluarkan pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Ratu Atut Chosiyah. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah sang adik Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kasus pilkada Kabupaten Lebak.

Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu pun kini harus mendekam di tahanan.
Dengan penetapan status tersangka kepada Tubagus Chaery Wardana tersebut kini memperlebar perkara ke ranah politik, dimana hal tersebut dikaitkan dengan dinasti politik Ratu Atut.

Dikutip dari berbagai sumber, pada tahun 2006 diketahui, Ratu Atut terpilih menjadi Wakil Gubernur Banten melalui pemilihan langsung, hanya beberapa bulan setelah Pilkada. Atut kemudian menjadi gubernur menggantikan Gubernur Djoko Munandar yang terseret kasus korupsi.

Atut kemudian sukses menjadi gubernur Banten di Pilkada tahun 2012 berdampingan dengan Rano Karno.
Selama kepemimpinan Atut, banyak saudaranya yang mendapat tempat strategis di Banten. Pada tahun 2008, adiknya Haerul Zaman terpilih menjadi Wakil Wali Kota Serang, kemudian menjadi Wali Kota Serang setelah sang Wali Kota meninggal.

Kemudian tahun 2010 Ratu Atut Chasanah yang juga adik Ratu Atut, terpilih menjadi Wakil Bupati Serang. Tak lama setelah itu tepatnya tahun 2011, Heryani yang juga ibu tiri Atut terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang. Di tahun yang sama, istri Tubagus Chaeri Wardana (adik Atut) yaitu Airin Rachmi Diany terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan.

Keluarga terdekat Atut juga sukses di ranah politik menunggangi Partai Golkar. Suami Atut, Hikmat Tomet, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan dijagokan lagi oleh Golkar sebagai caleg di Pemilu 2014. Anak Atut, Andika Hazrumy, kini duduk di DPD RI mewakili Banten dan menjadi caleg Golkar untuk DPR RI di Pemilu 2014 mendatang.

Anak tiri Atut, Tanto Warbono Arban juga diajukan menjadi anggota DPRD I Banten di Pemilu 2014 mendatang.

Tidak hanya itu, sebut saja Rosi Khoerunnisa yang juga saudara ipar Atut kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD II Serang dan akan diusung Golkar untuk DPRD I Banten pada Pemilu 2014. Saudara Atut lain yang akan maju menjadi DPD RI 2014 dari Banten adalah Andiara Aprilia Hikmat.


Dinasti Banten Tetap Kokoh Meski Dua Tokoh Terseret Kasus Suap MK

 Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, putra almarhum TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan meringkuk di tahanan KPK. Adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu terjerat kasus dugaan suap Ketua MK terkait Pilkada Lebak.

Kini selain Wawan, kasus dugaan suap Ketua MK juga menyeret anggota penting Dinasti Banten yakni sang Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah menyusul permohonan pencegahan ke luar negeri oleh KPK.
Menurut Gandung Ismanto, Pengamat Politik Banten, meski dua tokoh utama Dinasti Haji Hasan tengah terseret pusaran kasus dugaan suap, belum akan meruntuhkan hegemoni keluarga besar Ratu Atut di Banten. "Tetap kuat selama dua pilar pendukung Dinasti Haji Hasan di Banten yakni ulama dan jawara masih mendukung," kata Gandung yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Jumat (4/10/2013) malam.

Selain para keluarga dan kerabat yang masih menjabat di struktur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan, menurut Gandung, masih banyak loyalis Dinasti Banten yang setia di belakang Wawan. "Sikap politik pilar-pilar pendukung dinasti memang bersifat semu karena didasari politik transaksional, tetapi masih jauh dari terguncang," kata Gandung.

Sebelumnya Gandung menyebut Wawan sebagai mastermind Dinasti Haji Hasan yang menghegemoni sistem politik di Banten. Wawan adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany yang juga Ketua Umum Kadin Banten.

"Kini Wawan secara formal menggunakan bendera Kadin Banten sebagai wadah berorganisasi yang menampung seluruh jawara dan pengusaha Banten," kata Gandung kepada Tribunnews.com.
Lewat oragnisasi Kadin inilah Wawan menggunakan pengaruhnya. Lewat Kadin Banten, Wawan punya akses kuat ke proyek-proyek yang didanai APBD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Seperti diketahui, tahun lalu, Tubagus Chaeri Wardana terpilih sebagai Ketua Kadin Banten untuk periode 2012-2017. Ini adalah periode kedua Wawan memimpin Kadin Banten. "Dia menggantikan sang ayah yang sebelum meninggal memegang jabatan Ketua Kadin Banten," jelas Gandung.

Sementara itu Ratu Atut Chosiyah dipastikan akan diperiksa terkait kasus adiknya itu. "Tentu akan dilakukan itu. Tapi, kapan waktunya saya belum tahu dan jadwalnya, karena tujuan pencegahan adalah pemeriksaan," kata juru bicara KPK, Johan Budi, kepada Tribunnews.com di kantor KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2013).
Namun Jumat, hari ini Atut tak bisa ditemui. Putri almarhum Haji Hasan itu tak hadir saat perayaaan HUT ke-13 Provinsi Banten. Tak hanya Ratu Atut Chosiyah yang tak hadir, keluarga besarnya yang menjabat sebagai pejabat daerah di Banten juga absen.

Para kerabat Atut yang tak terlihat hadir di antaranya Wali Kota Serang Haerul Jaman (adik tiri), Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (adik kandung), dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Adde Rosie Chairunnisa (menantu).


Wawan Disebut Sebagai Mastermind Dinasti Banten

Ini Dia Dinasty Ratu Atut Chosiyah Di Propinsi Banten

 Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjadi satu dari enam orang yang ditetapkan menjadi tersangka terkait operasi tangkap tangan suap hakim MK Akil Mochtar.

Wawan ditangkap KPK berkaitan dengan dugaan penyuapan penanganan sengketa Pilkada di Lebak Banten, yang juga ditangani oleh Akil.

Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu dikenal sebagai pengusaha dan pewaris takhta "Dinasti Haji Hasan" di kawasan Banten.

Ayahnya, TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan adalah tokoh sentral di masa awal dinasti ini menguasi Banten. Sejak tahun 1970-an Haji Hasan dikenal sebagai orang disegani dan jawara Banten. TB H Chasan Sochib meninggal dunia 30 Juni 2011 di Rumah Sakit Sari Asih, Serang.

"Di masa lalu ayahnya inilah yang menyetir jalannya pemerintahan provinsi banten, meskipun sang gubernur adalah Ratu Atut Chosiyah, anaknya," kata Gandung Ismanto, Pengamat Politik Banten, kepada Tribunnews.com Jumat (4/10/2013) malam.

Kini peran sang ayah dimainkan oleh Wawan. Bahkan lanjut Gandung, pakar politik menyebut Wawan sebagai The Man Behind the Governor. "Dia disebut banyak sumber sebagai mastermind atau aktor intelektual dari dinasti politik di Banten," lanjut pria yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang.

Lewat berbagai jaringan, baik di pemerintahan maupun ormas, Wawan disebut punya pengaruh kuat menentukan penyaluran dana-dana hibah. Sementara sebagai Ketua Kadin Banten, Wawan punya akses pada proyek-proyek yang didanai APBD.

Menurut Gandung, dari seluruh wilayah Banten hanya Cilegon dan Kabupaten Tangerang yang tidak dikuasai oleh dinasti Haji Hasan. "Itu karena penguasanya berasal dari basis partai yang sama yakni Partai Golkar," kata Gandung.

Seperti diketahui keturunan Haji Hasan tersebar di sejumlah jabatan publik mulai dari Gubernur Ratu Atut Chosiyah, sejumlah anggota DPRD, DPD, bupati dan wali kota di kawasan Banten. Selain Atut, di antaranya adalah Wali Kota Serang Haerul Jaman (adik tiri Atut), Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (adik kandung), dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Adde Rosie Chairunnisa (menantu).






Sumber berita: tribunnews.com
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2014. Trend Hot Bikini