Jakarta/Batavia terletak dipantai Utara Pulau Jawa yang ketika itu terdapat banyak pepohonan yang tumbuh hampir memenuhi setiap sudut perkotaan, oleh sebab itu Jakarta disebut sebagai Woody City atau Park City. Jakarta memiliki panjang 9 mil dan lebar 4 mil dan berada pada ketinggian 10 meter dari permukaan laut
.
Batavia adalah kota terbesar pada jaman kolonial Hindia Belanda dan merupakan pusat pemerintahan, pendidikan dan ibukota Hindia Timur. Batavia adalah pusat komersial terbesar dari kolonial Belanda yang terdiri dari area komersial Batavia Lama dan Baru Batavia, Batavia Tengah untuk daerah perumahan dan daerah Meester Conelis (Jatinegara). Kornings Plein (Lapangan Merdeka) dengan luas satu kilometer persegi adalah merupakan pusat kota dan Waterloo Place (Masjid Nasional/Istiqlal)
Dibawah ini adalah peta kuno Jakarta yang dibuat pada ahun 1897 yang terdapat di Perpustakaan Universitas Texas
Penduduk Batavia oleh sensus tahun 1930 adalah sebagai tertera di bawah ini.
Sejarah Batavia
1522 Kapten Enrice Leme dikirim dari Malaka dengan kapal Portugis membangun pilar batu di tepi kanan muara Ciliwung.
1596 Cornelius dari Belanda tiba di Jagatra bersama dengan Kapten Hautman yang dikirim sebagai tim pertama untuk menjelajahi rute selatan Samudera Pasifik
1610 Kontrak penggunaan lahan didirikan antara Belanda dan Sultan Jakarta untuk merchandise bangunan dll dengan batu.
1611 Peter Bot adalah Gubernur jendral Belanda pertama yang memerintah Jagatra. Kemudian pendatang asal Belanda, Portugis, India, China dan lainnya datang secara bertahap ke Jagatra
1618 Armada Inggris menyerbu kota Jagatra
1619 Gubernur Jenderal, Yan Peterszone Kun menjadi Gubernur di Jagatra
1621 Belanda mengubah nama kota dari nama Jagatra menjadi Batavia setelah sebelumnya bangsa Belanda menyebutnya sebagai Batavi.
![]() |
| Dekat Pasar Senen hingga sekarang tempat ini masih tetap kotor |
![]() |
| Daerah Residential Cina dan sekarang berubah menjadi Indonesian Wall Street, lokasi sekitar 300 meter dari Stasiun Jakarta Kota menuju arah barat. |
![]() |
| "Tailhermina" Park, Sekarang menjadi Masjid Istiqlal |
![]() |
| Pintu selatan Stasiun, sekarang menjadi erlintasan Bus Kota yang menghubungkan Stasiun Kota dan terminal Blok M |
![]() |
| Batavia Factrite Corporation bangunan ini di depan Stasiun Jakarta Kota. Saat ini Bangunan-bangunan di sisi kiri dan kanan digunakan oleh Bank Mandiri dan Bank Indonesia |
![]() |
| Sebuah meriam yang terletak disalah satu Istana Batavia di dekat Pasar Ikan, Meriam tersebut saat ini disimpan di sebuah Museum di Jakarta |
![]() |
| Sebuah bagian dari Pasar Ikan di Batavia |
![]() |
| Museum nasional di Jl. Merdeka Barat. |
![]() |
| Aktifitas mandi dan mencuci pakaian di sungai di pusat Kota Batavia. |
![]() |
| Sungai antara Jl. Hayam Wuruk dan Jl Gajamada di Kota. |
Itulah sekilas tentang wajah kota Jakarta Tempo Doeloe yang sudah pasti sudah sangat berbeda dengan sekarang. Persamaannya adalah kota ini masih tetap menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.













0 comments:
Post a Comment